4 Fakta Menarik Mengenai Paulo Dybala

 Paulo Dybala menjadi bintang saat Juventus mengalahkan Barcelona 3-0 dalam duel leg pertama babak perempat final Liga Champions. Dybala mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut sehingga berpotensi besar membawa timnya ke semifinal.

Penampilan cemerlang Dybala tersebut tentu saja berhasil mencuri perhatian dunia sepakbola. Terlebih ia terlihat tampil jauh lebih baik dari seniornya Lionel Messi di Juventus Stadium.

Dybala memang digadang-gadang bakal menjadi pemain besar setelah menunjukkan talenta yang luar biasa di Serie A bersama Palermo dan Juventus. Bahkan ia sering disebut sebagai penerus Messi di masa mendatang.

Berikut ini kami sajikan empat fakta tentang Paulo Dybala yang mungkin belum anda ketahui

  1. Pernah Pecahkan Rekor Kempes

nstituto Atletico Central de Cordoba adalah klub kecil di Argentina. Dybala pernah bermain di sana ketika masih sangat kecil setelah ayahnya membawanya ke sana dari kampung halamannya. Dybala bergabung dengan klub saat usia 10, dengan proses trial dan langsung direkrut oleh Santos Turza. Pada usia 17 tahun, Dybala menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah klub. Dia bahkan berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Mario Alberto Kempes, legenda sepakbola Argentina yang juga lahir di wilayah Cordoba. Tak lama setelah itu, Dybala direkrut oleh Palermo sehingga dia pernah bermain di divisi atas di tanah airnya.

  1. Drama Saat Usia 15 Tahun

Ketika berusia 15 tahun, pada bulan September 2006, ayah Dybala, Adolfo, tiba-tiba meninggal dunia. Dybala sempat berpikir meninggalkan sepakbola dan tidak mau lagi pergi ke Cordoba setiap hari untuk latihan. Keputusan itu hanya berlangsung selama beberapa minggu. Direktur Instituto berhasil meyakinkan Dybala untuk kembali. “Ketika saya masuk ke lapangan saya meminta kekuatan dari ayah saya dan jika saya mencetak gol, saya berterima kasih kepadanya, karena saya yakin dia pasti banyak membantu dari atas sana,” kata Dybala.

  1. Berlian Dari Cordoba

Tidak ada yang lebih mengenal karir Dybala lebih baik dari wartawan Argentina Marcos Villalobo. Di pertandingan kedua Dybala saat bermain untuk Instituto, ia dijuluki ‘La Joya’ (The Gem/berlian) oleh wartawan, yang memprediksi masa depannya yang besar.
Para penggemar klub menyukainya, menggunakannya di situs online dan menjadi populer. Julukan itu masih dipakai sampai hari ini dan bahkan rekan satu tim Dybala juga memanggilnya Joya.

  1. Idola Pertama Dybala

“Ketika saya masih kecil saya ingin menjadi seperti Riquelme dan Ronaldinho”, kata Dybala kepada El Pais. Pemain Juventus ini mengaku juga mengagumi Lionel Messi, yang sama-sama berlatih dan bermain di tim nasional Argentina.