4 Pembelian Penting Di Madrid

Real Madrid sudah sering membeli pemain yang hebat selama bertahun-tahun. Beberapa dari mereka mampu menorehkan sejarah bersama klub tapi tidak sedikit pula yang gagal. Namun tidak terlalu sulit untuk menentukan pembelian yang kemudian menjadi legenda klub.

Mereka adalah pemain yang penampilannya sangat menonjol dan juga meraih prestasi besar setelah didatangkan ke Santiago Bernabeu. Pemain tersebut mampu membayar lunas semua ekspektasi besar yang disematkan kepadanya meski terkadang ada yang ditebus dengan harga yang sangat mahal.

Berikut ini adalah 4 pembelian paling penting yang pernah ada dan terjadi dalam sejarah Real Madrid

  1. Zinedine Zidane

Zidane juga dikenal karena kehebatannya sebagai pemain dan kontribusinya kepada klub. Ia cuma berada di klub selama lima tahun tapi mampu meninggalkan cerita hebat dalam sejarah klub.

Secara keseluruhan, Zidane tampil dalam 235 pertandingan bersama Madrid dengan mencetak 49 gol dan menciptakan 57 assist. Kontribusi Zidane buat Madrid adalah satu gelar Liga Spanyol, dua Piala Super, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Interkontinental

  1. Christiano Ronaldo

Ronaldo ke Santiago Bernabeu dengan memecahkan rekor transfer dunia setelah menjadi bintang di Manchester United.

Selama delapan tahun mengenakan seragam Los Blancos, Ronaldo telah menjadi pencetak gol terbanyak klub di La Liga dan Liga Champions. Ia juga telah membantu klub memenangkan gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions.

  1. Alfredo Di Stefano

Kisah transfer Di Stefano bisa dibilang cukup menarik. Awalnya, ia seharusnya bergabung dengan Barcelona tapi justru berakhir di Real Madrid.

Los Blancos menikmati kesuksesan besar ketika diperkuat Di Stefano. Mereka memenangkan delapan gelar La Liga, lima Liga Champions, satu Copa del Rey, dan satu Piala Interkontinental.

  1. Luis Figo

Madrid berhasil membajak Figo dari klub rival dengan memecahkan rekor transfer dunia. Sontak hal tersebut membuat marah semua pendukung Barcelona dan menganggap Figo sebagai pengkhianat.

Setiap kembali ke Camp Nou, Figo selalu mendapat sambutan yang tidak ramah dan bahkan sempat mendapat lemparan kepala babi yang hal itu menjadi salah satu momen ikonik dalam sejarah La Liga. Meskipun begitu, Figo mampu memberikan prestasi kepada Madrid dengan memenangkan dua gelar Liga Spanyol, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Interkontinental.